www.flickr.com

Thursday, January 18, 2007

Fatimah

  • Puisi ini merupakan nukilan Seddiqeh Vasmaqi, dari Universiti Tehran yang cuba memotretkan sosok Fatimah.

Setiap fajar pagi dan tirai malam menjelang aku terusik,
Sebab namamu senantiasa terlantun dalam derita
Namamu membuatku galau
Namamu mengirimkan semangat alam benak dan kalbu
Kalbuku adalah tempat meratapi deritamu
Memahami erti deritamu adalah masalahku
Berjuta-juta orang mengeluh
Sebab apa dikau menangis!
Apabila orang faham akan tangismu
---> seluruh dunia akan ikut menangis
Syurga tak membisu mendengar tangismu
Pun tak diam mendengar misteri agungmu
Mentari penuh mengandung hujan menahan beban deritamu
Kala tangan Ilahi menjamahmu dunia
---> dunia pun terpaku
Musim semi pun tiba usai kau tersenyum
Sang suria muncul dari balik wajah cantikmu
Duhai dikau yang bersemayam di atas langit ketujuh
Duhai dikau yang tumbuh dari tanah yang dingin
Duhai dikau yang telah melahirkan kesatria-kesatria perang!
Duhai dikau yang di hadapanmu Saturnus berlutut!
Bersamamu Kitab Suci terpercik darah tersibak
Bersamamu musim bunga tulip tiba
Kemarahanmu bercampur dengan kemarahan Kebenaran
Belati ditarik dari sangkurmu agar
---> tak tersentuh oleh kesia-siaan
Pusaramu tersembunyi dari kawan mahupun lawan
Mengingatimu menjadikan fikiranku cerah
bahagia dan kadang juga sedih
Dalam fikiranku, dikau bak semangat yang menyala
Dalam fikiranku, dikau bak misteri
Tanpamu jalan menuju cinta menjadi kabur
Sang musafir menjadi longlai dan bisu
Meski kuciptakan bayangan wajahmu dalam fikiranku
---> tetap saja aku belum mampu mendekatimu
Apa saja yang kukatakan
---> belum mampu mencitrakanmu!
Siapakah yang mampu melantunkan syair sesuai citramu?

No comments: